Jumat, 16 Desember 2016

jaringan pda tumbuhan

Jaringan Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan | Artikel kali ini akan menjelaskan pengertian jaringan, apa itu jaringan, apa itu jaringan tumbuhan, macam macam jaringan tumbuhan, serta berbagai hal yang perlu anda ketahui tentang jaringan tumbuhan.
Pengertian Jaringan dalam Biologi

Jaringan didefinisikan sebagai sekelompok sel yang memiliki fungsi, asal dan struktur yang sama. Jaringan dipelajari secara khusus dalam ilmu histologi. Dalam arti sempit, Pengertian jaringan tumbuhan adalah apabila sel-sel berkumpul pada tumbuhan.

Pengertian jaringan kadang dikacaukan oleh pengertian koloni. Pengertian jaringan sering dikatakan sebagai kumpulan sel-sel yang masing-masing selnya aktif dalam segala proses hidupnya, yaitu aktif berfotosintesis, aktif mengadakan metabolisme, aktif berkembang biak, dan aktif mengadakan pengambilan zat-zat makanan, sehingga hanya merupakan individu-individu yang mengumpul. Contoh: koloni pada ganggang.
Mengenal Jaringan Tumbuhan Lebih Dekat

Tumbuhan pada awal perkembangannya, semua sel-sel  tumbuhan melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel tumbuhan menjadi terbatas di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan ini tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri.

Jaringan embrionik tumbuhan disebut meristem. Pembelahan sel pada dasarnya dapat juga berlangsung pada jaringan selain meristem, contohnya pada jaringan korteks batang, namun jumlah pembelahan ini sangat terbatas.

Sel-sel meristem tumbuhan akan  tumbuh dan mengalami spesialisasi secara morfologi dan fisiologi (mengalami diferensiasi) membentuk berbagai macam jaringan dan tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri. Jaringan ini disebut jaringan dewasa. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain sebagai berikut:

    Jaringan Pelindung (epidermis)
    Jaringan dasar (parenkim)
    Jaringan Penguat (penyokong)
    Jaringan pengangkut (vaskuler)
    Jaringan Sekretoris

A. Jaringan Embrionik (Meristem) Tumbuhan

Seperti telah dijelaskan bahwa jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang tetap dalam fase pembelahan. Sel meristem mempunyai sifat sifat sebagai berikut.

    Terdiri dan sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.

    Biasanva tidak ditemukan adanya ruang antarsel di antara sel-sel meristem.

    Sel-selnya mungkin berbentuk bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis.

    Masing-masing sel mengandung banyak sitoplasma dan mengandung satu atau lebih inti sel.

    Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada.

Jaringan Meristem tumbuhan dikelompokkan berdasarkan berbagai  kriteria yaitu posisinya dalam tubuh tumbuhan, asal-usulnya, jaringan tumbuhan yang dihasilkannya, strukturnya, taraf perkembangannya, dan fungsinya. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, jaringan meristem dibedakan menjadi:



    meristern apikal: terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar,

    meristem interkalar: terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput rumputan.

    meristem lateral: terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya, contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi:

    Meristem primer: Apabila  sel sel nya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (meristem apikal),

    meristem sekunder: apabila sel-selnya berkembang dan jaringan dewasa yang sudah mengalami deferensiasi. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

Jaringan Meristem primer berasal dan sel-sel initial yang disebut promeristem, yang berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Haberlandr akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan merisrem dasar.

Protoderm akan berdeferensiasi menjadi jaringan epidermis, prokambium akan berdeferensiasi menjadi sistem jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar).

Hanstein membagi ujung akar menjadi tiga daerah, yaitu a) dermatogen, akan berkembang menjadi epidermis; b) periblem, akan berkembang menjadi korteks; dan c) plerom akan berkembang menjadi stele.

Sementara, Schmidt membagi ujung batang menjadi dua bagian yaitu korpus dan tunika. Korpus merupakan bagian pusat dan titik tumbuh. Daerah ini mempunyai area yang luas dan sel-selnya relatif besar.

Sel-sel daerah korpus ini akan membelah secara tak beraturan. Tunika merupakan bagian paling luar dan titik tumbuh, terdiri dari satu atau beberapa lapis sel, dengan sel-sel yang relatif lebih kecil dan mengalami pembelahan ke samping (ke arah lateral).
Jaringan Tumbuhan dan Macam macam Jaringan pada Tumbuhan
Posisi jaringan meristem pada batang tumbuhan (Pandey, 1982)

Jaringan Meristem sekunder tumbuhan berasal dan sel-sel dewasa yang berubah keadaannya menjadi meristematik. Sel-sel meristem sekunder tumbuhan memiliki bentuk pipih atau prisma yang di bagian tengahnya terdapat vakuola yang besar. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus.

Kambium dapat anda temukan di dalam batang dan akar dari tumbuhan golongan Dicotyledoneae dan Gymnospemae serta beberapa tumbuhan dari golongan Monocotyledonae (Agave, Aloe, Jucca dan Draceana), sedangkan kambium gabus terdapat pada kulit batang tumbuhan dan dapat membentuk jaringan gabus yang sukar ataupun tidak dapat dilalui air. Sel-sel gabus umumnya bersifat mati.


Jaringan Tumbuhan dan Macam macam Jaringan pada Tumbuhan 1
Penampang longitudinal meristem apikal (Esau, 1972)


B. Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan

Sifat sifat jaringan dewasa pada tumbuhan adalah sebagai berikut:

    Tidak terjadi aktivitas membelahan diri

    Memiliki ukuran yang cukup besar dibandingkan sel sel meristem

    Mempunyai vakuola yang besar sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel

    Kadang kadang selnya telah mati

    Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya

    Di antara sel selnya dijumpai ruang antarsel.

Terbentuknya ruang antar sel pada tumbuhan tingkat tinggi  dapat diakibatkan oleh:

    Sisogen, yaitu sel sel saling memenuhi sehingga terbentuk ruang diantaranya, terjadi pada sel tangkai daun teratai (Nymphaea).

    Lisigen, yaitu ruang antar sel yang terbentuk karena sel beserta isinya larut. Dapat anda temukan pada ruang minyak daun jeruk (Citrus sp).

    Sisolisigen, apabila ruang yang terjadi berasal dari larutnya sel tertentu diikuti oleh saling menjauhi sel sel disekitarnya, misalnya ruang antar protoxilem.

    Reksigen yaitu ruang antar sel yang terbentu karena sel sel mengalami robekan disebabkan oleh pertumbuhan yang menarik sel tersebut. Dapat anda lihat pada berkat pengangkut batang jagung (Zea mays).

Menurut asal meristem, jaringan dewasa pada tumbuhan ada dua macam yaitu jaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan meristem primer apabila sel sel nya berasal dari meristem primer dan jaringan sekunder apabila sel sel nya berasal dari meristem sekunder.
C. Jaringan Pelindung (Epidermis) pada Tumbuhan

Jaringan epidermis adalah jaringan tumbuhan yang merupakan lapisan sel yang berada paling luar, pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Jaringan ini berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang akan merugikan pertumbuhannya sehingga jaringan epidermis sering disebut jaringan pelindung.

Epidermis pada tumbuhan biasanya terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa adanya ruang antarsel. Pada beberapa jenis tumbuhan, epidermis terdiri atas beberapa lapis sel.

Hal ini disebabkan karena sel-sel protoderm membelah berkali-kali secara periklinal (sejajar permukaan) sehingga terjadi epidermis berlapis banyak. Contoh sel-sel epidermis velamen pada akar anggrek.

Sel-sel epidermis mempuyai bentuk yang bervariasi, misalnya epidermis berbentuk tubular dapat dijumpai pada helalan daun dikotil dan berbentuk memanjang dijumpai pada helaian daun Monokotil Pada helaian daun Aloe cristata sel epidermis berbentuk heksagonal- Sel-sel epidermis memiliki protoplas hidup dan dapat menyimpan berbagai hasil metabolisme.

Sel-sel inisial epidermis sebagian dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan yang sering disebut derivat epidermis, seperti stoma, trikoma, sel kipas. sistolit, sel silika, dan sel gabus.
Jaringan tumbuhan dan macam macam jaringan pada tumbuhan 5

Stomata pada daun tembakau (Nicotiana tabacum) (Esau, 1972),

salah satu derivat jaringan epidermis pada tumbuhan
D. Jaringan Dasar / Parenkim Tumbuhan

Jaringan parenkim adalah jaringan tumbuhan yang terbentuk dari kumpulan sel yang hidup. Jaringan parenkim memiliki struktur serta fisiologis yang bermacam macam. Jaringan parenkim masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis, hal ini berbeda dengan jaringan tumbuhan yang lain khususnya jaringan yang dewasa (tua).

Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar tumbuhan karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Contohnya pada batang dan akar parenkim ditemukan diantara  jaringan epidermis dan pembuluh angkut, sebagai korteks. Parenkim dapat pula ditemukan sebagai empulur batang.

Jaringan parenkim pada daun tumbuhan membentuk mesofil daun yang kadang berdeferensiasi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (sponge). Jaringan parenkim dapat juga dijumpai sebagai parenkim penyimpan cadangan makanan pada buah dan biji.
Jaringan tumbuhan dan macam macam jaringan pada tumbuhan 2
Macam macam bentuk parenkim (Esau, 1972)

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim pada tumbuhan dibedakan menjadi 5 macam yaitu:

    Jaringan Parenkim air. Jaringan ini dijumpai pada tumbuhan xerofit atau epifit sebagai penimbun air untuk melewati musim kering.

    Jaringan Parenkim asimilasi. Jaringan parenkim ini berfungsi dalam proses pembuatan makanan, terletak pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau.

    Jaringan Parenkim udara. Jaringan ini berfungsi dalam mengapungkan tumbuhan. Jaringan parenkin ini dapat ditemukan pada tangkai daun Canna sp. sebagai tempat menyimpan udara.

    Jaringan Parenkim penimbun. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan parenkim jenis ini dapat anda temukan pada akar rimpang, empulur batang, umbi, dan umbi lapis. Cadangan makanan dalam jaringan parenkim ini disimpan dalam bentuk gula, tepung, protein, dan lemak.

    Jaringan Parenkim angkut. Jaringan in berfungsi sebagai pembuluh angkut baik itu makanan maupun air. Hal ini terjadi karena sel selnya memanjang menurut arah pengangkutan.

Jaringan parenkim tumbuhan dapat juga dibedakan berdasarkan bentuknya. Berikut pembagiannya:

    Jaringan parenkim palisade. Merupakan jaringan yang menyusun mesofil pada daun. Jaringan parenkim ini dapat juga ditemukan pada biji dengan bentu sel panjang, tegak dan mengandung banyak kloroplas.
    Jaringan Parenkim lipatan. Jaringan ini dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi. Terjadi perlipatan ke arah dalam pada bagian dinding sel dan mengandung banyak kloroplas.
    Jaringan parenkim bunga karang. Jaringan ini menyusun mesofil daun dan ukurannya tidak beraturan serta ruang antar ser yang lebar.
    Jaringan parenkim bintang (aktinenkim). Jaringan ini dapat ditemukan pada tangkai daun Canna sp. dengan bentuk seperti bintang bersambungan pada bagian ujung.

E. Jaringan Penguat (Mekanik) Tumbuhan

Jaringan Penguat tumbuhan berfungsi dalam memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak. Jaringan penguat tumbuhan dibagi atas dua berdasarkan sifat dan bentuknya yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1. Jaringan Kolenkim Tumbuhan

Kolenkim adalah jaringan tumbuhan yang berfungsi sebagai jaringan penguat terutama pada organ organ tumbuhan yang masih aktif membelah dan tumbuh serta berkembang. Jaringan kolenkim tersusun atas sel sel yang masih hidup.

Jaringan kolenkim tumbuhan memiliki bentuk sel yang sedikit memanjang, dan hanya memiliki dinding primer dengan penebalan yang tidak teratur yang lunak serta lentur. Hal ini disebabkan karena jaringan kolenkim tumbuhan tidak mengandung lignin melainkan kloroplas dan tanin.

Jaringan  kolenkim tumbuhan dapat dijumpai ada batang, daun, bunga dan buah. Jaringan tumbuhan ini dapat juga dijumpai pada akar yang terkena matahari. Jaringan kolenkim pada tumbuhan monokotil (monocotyledoneae) tidak ditemukan jaringan kolenkim apabila telah terjadi pembentukan sklerenkim sejak tumbuhan masih muda.

Jaringan kolenkim tumbuhan terbagi atas 4 menurut penebalan dinding selnya yaitu kolenkim anguler, kolenkim lameler, kolenkim tubular, dan kolenkim tipe cincin.
2. Jaringan Sklerenkim Tumbuhan

Sklerenkim adalah jaringan penguat tumbuhan yang memiliki dinding sekunder yang tebal, dan mengandung zat lignin. Jaringan sklerenkim pada tumbuhan memiliki sel sel yang kenyal dan tidak mengandung protoplas.

Dengan kata lain, jaringan sklerenkim tersusun atas sel sel yang telah mati dengan dinding sel yang tebal. Hal ini membuat mudah untuk menemukan jaringan sklerenkim yaitu pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.

Jaringan sklerenkim terbagi atas dua yaitu serabut dan sklereid (sel sel batu).
F. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan ada dua yaitu floem dan xilem. Floem terdiri atas buluh tapisan, sel penggiring dan parenkim floem. Jaringan pengangkut tipe xilem  yaitu trakea dan trakeida serta serabut dan parenkim xilem.

Xilem berfungsi dalam mengangkut mineral dan air dari akar hingga daun. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ yang lain seperti batang, akar dan umbi.

Baca juga artikel dibawah ini

– Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

– Dinding sel tumbuhan
1. Xilem

Xilem adalah jaringan pengangkut tumbuhan yang kompleks terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan dinding yang sangat tebal tersusun dari  zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serat xilem, dan parenkim xilem.
a. Unsur trakeal

Unsur trakeal  merupakan unsur yang memiliki fungsi dalam pengangkutan air beserta zat terlarut di dalamnya, dengan sel-sel yang memanjang, tidak mengandung protoplas (bersifat mati), dinding sel berlignin, mempunyai macam-macam noktah. Unsur trakeal terdiri dari dua macam sel yaitu trakea dan trakeida.

Trakea (pembuluh kayu) terdiri dari sel yang tersusun memanjang dan berderet dengan ujung yang berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida terdiri atas sel panjang dengan ujung yang runcing tanpa adanya lubang sehingga pengangkutan melalui pasangan noktah pada dua ujung trakeida yang saling menimpa.

Lubang perforasi adalah bagian trakea yang berlubang. Pada tumbuhan dikenal tiga macam lempeng perforasi, yaitu lempeng perforasi sederhana dengan sebuah lubang  yang memenuhi seluruh dinding ujung sel yang ditempati, lempeng perforasi skalariform dengan lubang pipih dan sejajar lempeng sehingga menunjukkan bentuk tangga, lempeng perforasi jala dengan jalinan lubang membentuk jala. Lempeng majemuk adalah nama lain untuk lempeng perforasi skalariform dan jala.
b. Serat xilem

Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder berlignin. Serat xilem ada dua pada tumbuhan, yakni serat libriform dan serat trakeid. Serat libriform mempunyai ukuran lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal dibanding serat trakeid. Pada serat libriform dapat anda temukan noktah sederhana, sedangkan serat trakeid dapat anda temukan noktah terlindung.
c. Parenkim xilem 

Parenkim xilem tumbuhan umumnya tersusun dari sel-sel yang masih hidup. Parenkim xilem dapat anda jumpai pada xilem primer dan xilem sekunder. Pada xilem sekunder dijumpai dua macam parenkim, yaitu parenkim kayu dan parenkim jari jari empulur.

Parenkim kayu sel-selnya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur unsur  trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya. Pada parenkim kayu sering ditemukan adanya noktah berhalaman dan noktah biasa.

Sel-sel parenkim xilem pada tumbuhan berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Pada saat giatnya pertumbuhan, zat tepung tertimbun pada parenkim xilem dan menurun pada saat terjadinya aktivitas kambium. Parenkim jari jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni sel-sel yang bersumbu panjang ke arah vertikal dan radial.
Jaringan tumbuhan dan macam macam jaringan pada tumbuhan 4
Unsur unsur xilem (Esau, 1979)


2. Floem

Floem adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi mengangkut dan menghantarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dan daun ke bagian tumbuhan yang lain.

Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem terdiri atas unsur tapis, sel albumin, parenkim floem, sel pengiring dan serat-serat floem.
Jaringan tumbuhan dan macam macam jaringan pada tumbuhan 5
Unsur unsur floem


G. Jaringan Idioblas Tumbuhan

Idioblas adalah jaringan pada tumbuhan yang terdiri atas sel sel yang memiliki fungsi yang berbeda dengan sel disekitarnya. Jaringan idioblas dapat berupa kelenjar ataupun alat sekresi dalam jaringan makanan.
1. Kelenjar

Kelenjar adalah jaringan yang tersusun atas sekumpulan sel sel yang menghasilkan suatu zat. Zat tersebut dikeluarkan oleh sel penghasilnya. Ada beberapa macam sel kelenjar pada tumbuhan yaitu :1) kelenjar epitel dan 2) kelenjar epitel.

Kelenjar epitel adalah sel sel yang berdampingan satu dengan yang lainnya sehingga adalah suatu lapisan sel. Kelenjar rambut adalah sekumpulan sel yang menghasilkan zat yang ditemukan pada permukaan epidermis. Kelenjar ini disebut koleter dan menghasilkan zat yang disebut blastokola.

Salah satu contoh kelenjar adalah nektaria yang ditemukan pada bunga yang menghasilkan nektar yang berfungsi dalam menarik serangga dalam proses penyerbukan.
jaringan tumbuhan dan macam macam jaringan pada tumbuhan
buluh getah salah satu jaringan idioblas
2. Alat sekresi

Alat sekresi adalah sel atau sekumpulan sel yang memiliki fungsi menghasilkan zat zat tertentu, akan tetapi tidak dikeluarkan oleh sel sel yang menghasilkan zat tersebut.

Anda dapat menemukan beberapa macam jenis jaringan ini pada tumbuhan seperti saluran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, kumpulan sel mirosin, dan sel-sel penyamak.

Saluran getah adalah kumpulan sel yang berisi cairan berwarna putih yang disebut lateks. Ada dua macam saluran ini yaitu buluh getah dan sel getah.

Anda dapat menemukan saluran getah tipe buluh getah pada tumbuhan Compositae, Campanulaceae, Papilionaceae, Caricaceae, Euphobiaceae, Convolvulaceae, Labiateae, dan Musaceae. Sel getah dapat anda temukan pada tumbuhan Apocynaceae, Urticulaceae, Moraceae dan Euphorbiaceae.
Read More ->>

macan tutul srilangka

 Macan Tutul Sri Lanka
 
Macan tutul atau dalam nama ilmiahnya Panthera pardus adalah salah satu dari empat kucing besar. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan harimau dahan karena kemampuannya memanjat. Pada mulanya, orang berpikiran bahwa macan tutul adalah hibrida dari singa dan harimau, sehingga muncul nama "leopard" di kalangan peneliti Eropa awal.

Macan tutul berukuran besar, dengan panjang tubuh antara satu sampai dua meter. Spesies ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam dikepalanya berukuran lebih kecil. Macan tutul betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

Daerah sebaran macan tutul adalah di benua Asia dan Afrika. Spesies ini sempat dianggap memiliki banyak anakjenis (lebih dari 30 subspesies) yang ditemukan di segala macam habitat, mulai dari hutan tropis, gurun, savanah, pegunungan dan daerah pemukiman, namun sekarang direduksi menjadi hanya sembilan setelah dilakukan pengujian molekuler.

Macan Tutul adalah hewan penyendiri, yang saling menghindari satu sama lain. Spesies ini lebih aktif di malam hari. Karena tingkat kematian anak yang tinggi, betina biasanya mempunyai satu sampai dua anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan muda berumur sekitar antara satu setengah sampai dua tahun.

Macan Tutul merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Mereka memakan hampir segala mangsa dari berbagai ukuran. Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, monyet dan binatang-binatang lain yang terdapat disekitar habitatnya.


Macan tutul Sri Lanka disebut juga Kotiya (Pantera Perdus Kotiya). Merupaka subsepesies macan tutul asli Sri Lanka. Macan tutul Sri Lanka merupakan salah satu dari sembilan susepesies macan tutul yang cukup terkenal. Bulunya berwarna kuning keciklatan atau kuning karat. Memiliki motif bintik menyerupai mawar dengan warna gelap. Macan tutl Sri Lanka betina memiliki berat 29 Kg, sedangkan berat jantan 56 - 77 Kg.
Read More ->>

MACAN TUTUL AFRIKA





MACAN TUTUL AFRIKA (Panthera pardus pardus)

 Macan tutul Afrika adalah salah satu jenis kucing yang besar, mereka memiliki keunikan yaitu warna pada tubuhnya sangat bervariasi tergantung pada daerah yang mereka tinggali.  warna bulu bervariasi dari kuning pucat emas atau cokelat,
dan kadang-kadang hitam, dan berpola seperti mawar hitam sampai kepala, tungkai bawah dan perut yang terlihat dengan warna hitam solid. macan tutul afrika jantan lebih besar, rata-rata 60 - 91 kg, sedangkan berat betina sekitar 35 - 40 kg.

Macan tutul Afrika ditemukan di sebagian besar sub-Sahara Afrika, menduduki baik hutan hujan dan gurun gersang. Mereka ditemukan di semua habitat dengan curah hujan tahunan di atas 50, dan dapat menembus daerah dengan kurang dari jumlah ini curah hujan di sepanjang aliran sungai.

Macan tutul afrika sangat mudah untuk beradaptasi sehingga sering terlihat mereka berkeliaran di pemukiman warga akibat adanya perubahan pada habitat asli mereka.

Macan tutul Afrika menghuni berbagai habitat di Afrika, dari hutan pegunungan, padang rumput dan savana, tidak termasuk padang pasir yang sangat berpasir. Mereka adalah yang paling berisiko di daerah semi-gurun, di mana sumber daya yang langka sering mengakibatkan konflik dengan petani nomaden dan ternak mereka.

Macan tutul umumnya paling aktif pada saat sore menjelang malam. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan perubahan ketersediaan mangsa, dan memiliki mangsa yang sangat luas. Mereka memangsa hewan pengerat, burung, antelop kecil dan besar, Hyrax dan kelinci, babi hutan, rusa, jerapah, musang dan arthropoda.

Macan tutul sangat suka bersembunyi dan menguntit secara dekat dan berada di jarak yang dekat dengan mangsnaya. Mereka membunuh saat mangsanya lemas, meraih mangsanya dengan melumpuhkan bagian tenggorokan dengan menggigit menggunakan rahang mereka yang kuat. Mereka jarang melawan predator lain untuk makanan mereka, karena mereka mampu untuk mendapatkan mangsanya dengan mudah.
Read More ->>

Mengenal macan tutulsalju (Snow Leopard)

 Macan Tutul Salju

Macan Tutul Salju (Uncia uncia, Schreber, 1775 atau Panthera uncia) atau Snow Leopard, adalah kucing yang cukup besar asli pegunungan Asia Selatan dan Asia Tengah. Macan tutul salju hidup pada ketinggian 3.000 m dan 5.500 m di atas permukaan laut di pegunungan berbatu di Asia Tengah dan Asia Selatan. Jumlah mereka secara tepat tidak diketahui, tetapi diperkirakan bahwa antara 3.500 dan 7.000 Macan Tutul Salju yang ada di alam liar dan antara 600 dan 700 di kebun binatang di seluruh dunia.
Macan Tutul Salju lebih kecil dari kucing besar lainnya, tetapi, terdapat berbagai ukuran, umumnya dengan berat antara 27 dan 55 kilogram. Panjang tubuh berkisar 75-130 cm (30 sampai 50 di). Dalam keadaan berdiri kucing ini tingginya sekitar 60 cm. Macan Tutul Salju berbulu panjang tebal, dan warna dasar bervariasi dari abu-abu dan kekuningan, dengan hamster keputihan. Mata berwarna hijau atau abu-abu pucat.

Macan tutul salju mampu beradaptasi hidup di lingkungan pegunungan yang dingin. Tubuh kekar dan berbulu tebal, telinga kecil dan bulat, semuanya membantu untuk meminimalkan kehilangan panas. Cakar lebar, yang menyebarkan berat badan untuk lebih baik saat berjalan di salju, dan memiliki bulu di  bagian bawah cakar untuk meningkatkan cengkeraman mereka pada permukaan yang curam dan tidak stabil serta membantu untuk meminimalkan kehilangan panas. Ekor Macan Tutul Salju 'yang panjang dan fleksibel, membantu mereka untuk menjaga keseimbangan mereka di medan berbatu. Ekor juga sangat tebal karena penyimpanan lemak yang memungkinkan mereka untuk digunakan seperti selimut untuk melindungi wajah mereka saat tidur.


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:    Animalia
Filum:    Chordata
Kelas:    Mammalia
Ordo:    Carnivora
Famili:    Felidae
Genus:    Uncia
Gray, 1854
Spesies:    U. uncia
Nama binomial
Uncia uncia
Schreber, 1775

Macan Tutul Salju memiliki moncong pendek dan dahi kubah, yang mengandung rongga hidung besar guna membantu menghirup udara tipis di pegunungan. Ada rumor mengatakan bahwa Macan Tutul Salju tidak bisa mengaum dan menggeram, tetapi suatu studi baru menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengaum dan menggeram adalah karena fitur morfologi lainnya. Macan Tutul Salju dapat melakukan desis, mengaum, mengeong dan menggeram.

Habitat Macan Tutul Salju di Asia Tengah dan Selatan Asia daerah pegunungan sekitar 1.230.000 kilometer persegi, yang meluas melalui dua belas negara: Afghanistan, Bhutan, Cina, India, Kazakhstan, Kirgistan, Mongolia, Nepal, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Distribusi geografis yang berjalan dari Hindu Kush di Afghanistan timur dan Syr Darya melalui pegunungan Pamir Mountains, Tian Shan, Karakoram, Kashmir, Kunlun, dan Himalaya ke selatan Siberia, di mana rentang meliputi pegunungan Altai Rusia, Sajan, Tannu Ola-gunung dan pegunungan di sebelah barat Danau Baikal. Di temukan di Gobi Altai, Mongolia dan Pegunungan Khangai. Di Tibet ditemukan sampai dengan Altyn-Tagh di utara.

Macan Tutul Salju adalah karnivora dan memburu mangsanya secara aktif, dan pengumpan oportunistik, makan daging apa pun yang mereka dapat temukan, termasuk bangkai dan peternakan domestik. Mereka dapat membunuh hewan tiga kali ukuran mereka, seperti Bharal, Himalaya Tahr dan Markhor tapi lebih suka mengambil mangsa yang lebih kecil seperti kelinci dan burung. Suatu perilaku tidak biasa di kalangan kucing bahwa Macan Tutul Salju ternyata juga memakan sejumlah besar vegetasi, termasuk rumput dan ranting.

Di Himalaya, Macan Tutul Salju memangsa sebagian besar bharals (domba biru Himalaya), tetapi di pegunungan lain seperti Karakoram, Tian Shan, dan Altai, mangsa utama terdiri dari ibex Siberia dan argali (jenis domba liar). Hewan besar lainnya juga menjadi mangsa meliputi berbagai jenis kambing liar dan domba (seperti markhors dan urials), lainnya kambing seperti ruminansia seperti tahr Himalaya dan gorals, serta rusa , babi, dan lutung. Mangsa yang lebih kecil terdiri dari marmut, kelinci wol, pikas, berbagai tikus, dan burung-burung seperti ayam salju dan chukar.

Macan Tutul Salju juga menyerang ternak, yang sering terjadi konflik langsung dengan manusia. Penggembala akan membunuh Macan Tutul Salju untuk melindungi ternak mereka. Macan Tutul Salju belum pernah dilaporkan menyerang manusia, walaupun paling agresif di antara semua kucing besar.

Macan Tutul Salju biasanya menyergap mangsa dari atas, dengan menggunakan medan rusak untuk mendekati mangsa, dan bisa melompat sejauh 14 meter. Secara aktif akan mengejar mangsanya ke bawah lereng gunung yang curam, dengan menggunakan momentum lompatan awal mereka untuk mengejar hewan sampai sejauh 300 meter. Membunuh dengan gigitan ke leher, dan dapat menarik mangsa ke lokasi yang aman. Semua bagian tubuh mangsa akan dimakan, bangkai juga dimakan, dan dapat bertahan selama dua minggu sebelum berburu lagi.
Read More ->>

mengenal macan tutul kalimantan

 Borneo Clouded Leopard (Macan Dahan Kalimantan)

Macan Dahan Kalimantan atau Macan Tutul Kalimantan "Borneo Clouded Leopard", merupakan predator terbesar di pulau Kalimantan. Selama ini para peneliti beranggapan bahwa Macan Dahan Borneo merupakan subspecies Macan Tutul Asia Tenggara (Neofelis nebulosa).

Baru pada tahun 2014 ini para peneliti menyadari bahwa Macan Dahan Kalimantan yang juga ditemukan di pulau Sumatra merupakan suatu species yang berbeda. Macan Dahan Kalimantan memiliki belang yang sangat berbeda dengan Macan Tutul Asia Tenggara. Sehingga para ilmuwan telah menemukan bahwa macan tutul yang ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah spesies kucing yang baru.

Para peneliti di US National Cancer Institute mengatakan perbedaan antara Macan Dahan Kalimantan dan Macan Tutul Asia Tenggara kemungkinan menyimpang dari populasi daratan sekitar 1,4 juta tahun yang lalu.
"Hasil riset genetik jelas menunjukkan bahwa Macan Dahan Borneo harus dianggap sebagai spesies terpisah" kata Dr Stephen O'Brien, Kepala Laboratorium Keanekaragaman Genom, US National Cancer Institute. "Tes DNA menemukan sekitar 40 perbedaan antara kedua spesies".

Hasil studi genetik didukung oleh penelitian terpisah pada variasi geografis macan tutul, terutama didasarkan pada pola bulu dan pewarnaan kulit yang diadakan di koleksi museum.

Macan Dahan Kalimantan memiliki tanda kecil awan, banyak tempat yang berbeda dalam tanda awan, bulu abu-abu dan punggung stripe ganda. Hal ini lebih gelap daripada spesies daratan. Sedangkan Macan Tutul Asia Tenggara memiliki awan besar lebih sedikit di kulit mereka dan bintik-bintik di dalam tanda awan. Mereka lebih ringan dalam warna, dengan kecenderungan cokelat berwarna bulu dan parsial ganda punggung stripe.

Diperkirakan populasi Macan Dahan Kalimantan di Kalimantan sebanyak 5.000 hingga 11.000 ekor. Sedangkan di pulau Sumatra berada di kisaran 3.000 sampai 7.000 ekor.
Analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa yang ditemukan di Borneo sangat berbeda dan dianggap sebagai spesies terpisah. Tes DNA ditemukan sekitar 40 perbedaan nukleotida antara Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi) dan Macan Tutul Asia Tenggara (Neofelis nebulosa). Hal ini sebanding dengan perbedaan antara spesies Panthera besar. Singa dan macan tutul, misalnya, memiliki 56 perbedaan nukleotida. Hasil gabungan dari analisis DNA titik 1-3 juta tahun perbedaan dalam pemisahan, sedangkan jarak diterima spesies adalah 1-2 juta tahun.

Macan Dahan Kalimantan pertama kali dijelaskan secara ilmiah pada tahun 1821 oleh naturalis Inggris Edward Griffith. Nama ilmiah dari macan tutul dari daratan adalah Neofelis nebulosa, sedangkan Macan Dahan Kalimantan sekarang disebut Neofelis diardi borneensis, sedangkan untuk yang di Sumatra disebut sebagai Neofelis diardi diardi.

Klasifikasi:
Kingdom:Animalia
Class:Mamalia
Ordo:Carnivora
Family:Felidae
Genus:Neofelis
Species:Neofelis diardi ssp borneensis


Macan Dahan Kalimantan berhabitat pada sebagian besar hutan Kalimantan, dari daerah pesisir ke pegunungan. Biasanya menghindari daerah terbuka dengan sedikit pohon dan sangat sensitif terhadap gangguan manusia.

Di habitatnya Macan Dahan (Macan Tutul Kalimantan) memangsa monyet, kancil, kijang, babi muda, rusa dan kancil, yang mengintai di tanah atau melompat pada dari cabang pohon. Kadang-kadang memangsa burung dan biawak.
Read More ->>

Rabu, 14 Desember 2016

Mengenal macan tutul jawa (java leopard)




 PANTHERA PARDUS (JAVE LEOPARD)
 
Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latin disebut Panthera pardus melas menjadi kucing besar terakhir yang tersisa di pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan Tutul Jawa (Java Leopard) merupakan satu dari sembilan subspesies Macan Tutul (Panthera pardus) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa. Hewan langka yang dilindungi ini menjadi satwa identitas provinsi Jawa Barat.

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang dimasukkan dalam status konservasi
 “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. Meskipun berwarna berbeda, kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama.

Ciri-ciri Macan Tutul Jawa. Dibandingkan subspesies macan tutul lainnya, Macan Tutul Jawa  (Panthera pardus melas) mempunyai ukuran relatif kecil. Panjang tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg.



Macan Tutul Jawa di atas dahan

Subspesies Macan Tutul yang menjadi satwa endemik pulau Jawa ini mempunyai khas warna bertutul-tutul di sekujur tubuhnya. Pada umumnya bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. Macan Tutul Jawa betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) sebagaimana macan tutul lainnya adalah binatang nokturnal yang lebih aktif di malam hari. Kucing besar ini termasuk salah satu binatang yang pandai memanjat dan berenang.

Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang, monyet ekor panjang, babi hutan, kancil dan owa jawa, landak jawa, surili dan lutung hitam. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Perilaku ini selain untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan, selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan.

Meskipun masa hidup di alam belum banyak diketahui tetapi di penangkaran, Macan tutul dapat hidup hingga 21-23 tahun. Macan tutul yang hidup dalam teritorial (ruang gerak) berkisar 5 – 15 km2. Bersifat soliter, tetapi pada saat tertentu seperti berpasangan dan pengasuhan anak, macan tutul dapat hidup berkelompok. Macan tutul jantan akan berkelana mencari pasangan dalam teritorinya masing-masing, di mana tiap daerah tersebut ditandai dengan cakaran di batang kayu, urine maupun kotorannya.

Macan tutul betina umumya memiliki anak lebih kurang 2-6 ekor setiap kelahiran dengan masa kehamilan lebih kurang 110 hari. Menjadi dewasa pada usia 3-4 tahun. Anak macan tutul akan tetap bersama induknya hingga berumur 18-24 bulan. Dalam pola pengasuhan anak, kadang-kadang macan tutul jantan membantu dalam hal pengasuhan anak.

Macan Kumbang Adalah Macan Tutul. Meskipun mempunyai warna tubuh yang berbeda, hitam, namun Macan Kumbang pun subspesies yang sama dengan Macan Tutul. Variasi warna tubuh tersebut bukanlah menjadikan macan tutul yang bertubuh hitam tersebut adalah subspesies yang lain, tetapi sesungguhnya sub spesies yang sama. Terbukti keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang berwarna tutul dan berwarna hitam.







Macan Tutul Jawa berbulu hitam biasa disebut Macan Kumbang

Macan Tutul Jawa berbulu hitam biasa disebut Macan Kumbang

Warna pada Macan Kumbang tidaklah sepenuhnya hitam. Ada tutul-tutul yang berwarna lebih gelap dibandingkan warna dasar. Macan tutul hitam (Macan Kumbang) selain menjadi varian dari Macan Tutul Jawa juga banyak dijumpai pada Macan Tutul di India. Para ahli menduga perbedaan warna tersebut disebabkan oleh pigmen melanistik.

Konservasi Macan Tutul Jawa. Kucing besar ini termasuk satwa yang dilindungi dari kepunahan di Indonesia berdasarkan UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999. Oleh IUCN Red list, Macan Tutul Jawa (Panthera padus melas) digolongkan dalam status konservasi “Kritis” (Critically Endangered). Selain itu juga masuk dalam dalam CITES Apendik I yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Jumlah populasi Macan Tutul Jawa tidak diketahui dengan pasti. Data dari IUCN Redlist memperkirakan populasinya di bawah 250 ekor (2008) walaupun oleh beberapa instansi dalam negeri terkadang mengklaim jumlahnya masih di atas 500-an ekor.

Populasi Macan Tutul Jawa ini tersebar di beberapa wilayah yang berbeda seperti di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, TN. Gunung Halimun Salak, TN. Gunung Gede, Hutan Lindung Petungkriyono Pekalongan, dan TN. Meru Betiri Jawa Timur.

Subspesies Macan Tutul. Di seluruh dunia terdapat 9 subspesies Macan Tutul. Selain Macan Tutul Jawa (Panthera padus melas) yang endemik pulau Jawa terdapat 8 subspesies lainnya yaitu;

    Panthera pardus pardus: Afrika
    Panthera pardus nimr : Arab
    Panthera pardus saxicolor : Asia Tengah
    Panthera pardus kotiya: Sri Lanka
    Panthera pardus fusca: India
    Panthera pardus delacourii: Asia Selatan dan China bagian selatan
    Panthera pardus japonensis: China bagian utara
    Panthera pardus orientalis: Rusia, Korea dan China bagian tenggara
Read More ->>

Rabu, 07 Desember 2016

BIODATA

Nama : Septian Adi Susanto
NPM: 2119160005
Tkt/Kls:  1 B
Perti/Prodi: Univ. Galuh/ Pendidikan Biologi
Agama : Islam
Hobby: Tenis Meja
Status: Mahasiswa
Motto Hidup:
Alamat Rumah: Pondokhunyur, cinta jaya, Lakbok
Tlp/HP: +6281646968834
Email : septianadi826@gmail.com
Web/Blog: septianadi.blogsopt.co.id

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD + Tahun
2. SMP + Tahun
3. Dll. + Tahun

PENGALAMAN BERORGANISASI:

PENGALAMAN KERJA:
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.